Dalam satu dekade terakhir, anime semakin mendapat tempat di hati para penonton di seluruh dunia. Baik yang diadaptasi dari manga maupun karya orisinal, banyak anime berhasil menarik perhatian, termasuk Beastars, sebuah anime yang mungkin belum sepopuler judul-judul besar lainnya, tetapi patut mendapatkan apresiasi lebih.
Diadaptasi dari manga karya Paru Itagaki, Beastars telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Manga Taisho Award 2018. Anime ini sering dibandingkan dengan Zootopia (2016) karena sama-sama menampilkan dunia antropomorfik, tetapi dengan nuansa yang jauh lebih gelap dan berfokus pada isu-isu sosial yang kompleks. Ceritanya berlatar di dunia yang dihuni oleh hewan yang berperilaku seperti manusia, namun tetap mempertahankan naluri alamiah mereka. Konflik utama dalam Beastars berkisar pada hubungan antara karnivora dan herbivora, mengangkat tema kesetaraan serta ketegangan sosial yang mendalam.
Meskipun bukan anime aksi, Beastars mampu menghadirkan ketegangan melalui adegan-adegan yang brutal dan atmosfer yang mencekam. Visualnya yang artistik menampilkan elemen gore dengan cara yang unik dan penuh makna. Kekuatan utama anime ini terletak pada pengembangan karakter yang mendalam, tidak hanya pada tokoh utama tetapi juga karakter pendukung yang memiliki cerita menarik. Setiap konflik yang dihadirkan berhasil membangun keterikatan emosional dengan para penonton.
Saat ini, Beastars telah mencapai musim terakhirnya. Total ada tiga musim, dengan bagian pertama dari season akhir telah tayang pada Desember 2024, sementara bagian keduanya dijadwalkan rilis pada April tahun ini. Seluruh episodenya dapat disaksikan secara eksklusif di Netflix.